Senin, 20 Desember 2010

PERSEMBAHAN CINTA KAMI UNTUK ABI DAN UMI

Abi, Umi..
Kau merupakan sosok yang begitu luar biasa di mata kami. Masih teringat dalam benak kami akan semua kisah ketika engkau mendidik kami. Betapa sabar dan teguhnya engkau mengajari kami, tak pernah sekalipun mengeluh dihadapan kami, sedangkan kami selalu merengek dan mengeluh terhadap perintahmu.

Pernahkah kau rasakan lelah karena tangan hangatmu yang mengangkat kami?
Pernahkah kau rasakan letih karena berlari mengejar langkah kecil kami?
Pernahkah kau rasakan sedih ketika melepas kami mentuntut ilmu?
Ataukah kau rasakan bosan saat mendengar setiap rengekan dan tangisan kami?
Ataukah kau rasakan sedih saat melihat kami terjatuh dan terluka?
Ataukah kau rasakan sakit karena badanmu yang terasa pegal karena menjaga kami seharian?

Abi, Umi...
Kau ajari kami untuk mengenal Rabb, Sang Khalik dan mencintai kekasihNya
Kau tanamkan dalam jiwa kami cinta terhadap surga dan hal-hal yang mendekatkan kami padanya
Kau ajari kami membaca dan memahami alquran untuk menjadikannya pedoman hidup
Kau ceritakan kepada kami kisah - kisah para sahabat Kekasih Allah
Kau tunjukkan pada kami segala makna yang tidak akan pernah kami temukan, kecuali melalui tarbiyah yang engkau berikan

Tapi... apakah yang dapat kami lakukan untuk bisa membalas semua ini?
setiap tetes keringatmu karena mengajari dan mendidik kami
setiap detik waktu luangmu untuk menjaga kami
setiap tangis air matamu untuk kebahagiaan kami
setiap doamu untuk kesuksesan kami

Mungkin, apa yang telah kami lakukan sampai hari ini belum bisa membalas apa yang telah engkau berikan untuk kami, belum mampu memenuhi harapan dan cita-cita yang engkau dambakan, belum bisa membuat engkau bahagia.

Ya Ilahanaa...
Sampaikan sejuta sayang kami untuk abi & umi
Yang selalu memberi kasih sayangnya pada kami
Yang selalu menghabiskan hari-harinya untuk membahagiakan kami
Yang selalu menyertakan kami dalam munajat-munajat panjangnya untuk kesuksesan dunia dan akhirat kami
Kami terus berjanji tak akan pernah mengkhianati pintanya
Tak akan pernah membuat mereka kecewa
Tak akan pernah sekalipun membuat gelisah hatinya
Dengan azzam ini,
Kami yakinkan langkah untuk terus menggapai cita-cita dan harapannya
Kami bertekad untuk selalu menjadi sang juara
Kami mantapkan diri ini untuk istiqomah berada di jalanMu
Kami ikhlaskan diri ini untuk senantiasa membela agamaMu

Ya Rabbana,,,
Pinta kami pada Mu, Jadikanlah kami generasi terbaik umat ini
Yang mampu menjadi penerang untuk orang-orang disekeliling kami
Yang nafasnya adalah ruh dakwah ini
Yang ucapannya adalah senjata agama ini
Yang langkahnya adalah pondasi keluarga ini
Yang dari tangannyalah lahir pena-pena pemanah musuhMu

Ya Rahman ya Rahim...
Segala puji bagi Engkau yang telah memberikan kami usia yang panjang
Hingga hari ini kami bisa merasakan indahnya Islam di keluarga kami
Itu semua tak lepas dari bimbingan kedua orang tua kami, Abi dan Umi tercinta
Hamba mohon kepada-Mu ya Rabb
Agar Kau tambahkan kesehatan bagi keduanya, Kemudahan rezekinya
Kesuksesan dunia & akhiratnya, Keberkahan hidupnya
Kekhusyu’an ibadahnya, Kemuliaan martabat keluarganya
Kejernihan jiwanya, dan kesabaran dalam mendidik generasi penerusnya

Ya dzaljalaali wal ikrom,,,Terimalah do'a hambaMu ini
Amiiin...

Kami persembahkan surat ini untuk Abi dan Umi Tercinta,,,,,
hari Ibu, 22 Desember 2010

Yang selalu kau impikan kesuksesannya, Yang selalu kau khawatirkan kepergiannya,
Yang selalu kau rindukan kedatangannya, Yang selalu kau tangisi tiap malamnya,
Yang selalu kau nantikan di rumah,
Anak-anakmu tercinta...
Aisyah, Abdurrahman, Muhammad, Khodijah, Ibrahim, Ahmad, Husna, Abdullah

Minggu, 21 November 2010

Aku Rasakan Perubahan Di Depan Mata....................


Ya Allah, begitu lelah aku hari ini, rasanya ini bukan hanya kelelahan fisik tapi juga kelelahan jiwa ketika melihat kondisi dakwah kampus secara real di PMLDJ masih jauh dari yang terdengar sebelum-sebelumnya. Aku tak menyangka ternyata kita semua dalam jalur yang sama, yaitu sama-sama harus segera menata kembali agenda-agenda dakwah kedepan agar sinergisitas dakwah kampus bisa kita wujudkan pertengahan tahun depan, 2011.

Kita harus bergerak bersama, tidak bisa hanya digantungkan pada JMMI, begitu pula jika digantungkan pada LDJ. Karena ini semua harus direalisasikan bersama oleh pelaku dakwah. Saat ini bukan lagi waktunya kita saling menyalahkan, saling timbul suuzhonisme antar sesama lembaga, tapi kita butuh bergerak bersama, serentak, searah, dan terprogram secara seksama.

Justru disinilah kesempatan terakhir kita untuk memberikan yang terbaik untuk dakwah kampus ini, tidak hanya untuk LDJ saja, apalagi hanya untuk JMMI saja. Kita harus bergerak bersama untuk kemenangan Dakwah Kampus kita tercinta. Waktu kita hanya tersisa 6 bulan, itu artinya kesempatan kita masih ada setengah jalan untuk menata apa-apa yang harus kita jalankan. Lakukan sekarang, secepatnya, atau tidak sama sekali. Karena kesempatan kita menjadi pengurus dakwah ini hanya sekali, yaitu saat ini. Jika kali ini tidak terlaksana maka tidak ada yang bisa menjamin kedepan akan ada yang melanjutkan langkah-langkah strategis ini.

Ingat, 6 bulan tersisa untuk melakukan yang terbaik atau tidak sama sekali. Silakan kita renungkan, ingin bermanfaat untuk semua atau hanya untuk organisasi antum saja, ingin ada perubahan kearah lebih baik, atau hanya stagnan saja.

Itu semua hanya antum yang bisa menjawab.

Dan ana yakin, antum pasti menjawab: “ayo kita bangkit, bergerak bersama. Maksimalkan waktu tersisa, tidak ada lagi PH nganggur, yang ada lembur untuk terus berpikir & bekerja untuk dakwah”...

Ya, karena ana yakin, antum adalah orang pilihan yang dipilih Allah untuk merubah keadaan Dakwah di kampus tercinta kita menuju arah yang lebih baik, lebih sinergis, lebih efektif, tapi lebih massiv dan dinamis.

Ibarat peperangan,
kita ibarat panah2 terhujur yang siap dilepaskan dari busur,
ibarat pedang-pedang terhunus yang siap berayun menebas musuh
ibarat butir2 peluru yang siap ditembakkan & melaju
ibarat mata pena yang tajam yang siap menuliskan kebenaran
ibarat pisau belati yang selalu tajam bak kesabaran yang tak pernah padam
tuk arungi jalan panjang dakwah kampus ini....

ya, kelelahan itu membuat aku yakin bahwa perubahan akan lahir sebentar lagi,
bagaimana dengan antum...?

ahad 21:45, 21 November 2010

Rabu, 17 November 2010

“Mana Lebih Penting, Ruhiyah atau Tsaqofah...?”




Kembali kita coba mengangkat permasalahan2 atau problematika dakwah kampus yang memang kita mengalami semuanya. Tulisan ini saya angkat ketika beberapa waktu lalu baru saja terjadi beberapa hal yang menurut ana perlu pertimbangan lebih matang lagi karena berkaitan dengan kaderisasi. Walaupun saya berada didalam sistem tapi saya belum bisa merealisasikan apa yang sesuai dengan pola pikir saya, karena memang dakwah kita ialah berbasis jama’ah sehingga yang dijalankan ialah hasil keputusan jama’ah bukan pemikiran dan kemauan sendiri dan itulah yang membuat dakwah semakin variatif karena kita bisa mengelola atau menyikapi sebuah keterpaksaan.

Kita semua menyadari bahwa marhalah selama ini menjadi barang yang berada di dalam karung, ibarat kata apapun yang didalam karung, seberapa baik atau buruknya, maka bisa saja dia dibeli konsumen. Atau seberapa baik dan buruknya kader JMMI bisa saja menjadi sosok sakral Ketua Umum, Skejn, Kaput, Kamus, Direktur BPM, Kadep Kaderisasi, dll, karena dalam pemilihannya tidak menerapkan apa yang “benar-benar” ada dalam marhalah 3 yang sudah ditetapkan. Nah kira-kira itulah salah satu problem regenerasi kita yang saya kira antum semua paham akan hal itu.

ada dua kata kunci, ruhiyah dan tsaqofah, lebih penting mana?? Mungkin antum lebih tau jawabannya. Tapi ana kan coba bahas sekilas. Masih ingatkah 10 rukun bai’at? Atau 11 muwashofat kader JMMI? Kalau lupa, buka lagi file-file nya. Kalau antum masih ingat, maka JELAS lah bahwa tsaqofah atau pemahaman jauh lebih penting, apalagi alfahmu ialah rukun bai’at yang pertama. Tapi pertanyaannya, sampai kapan kita harus mengutamakan alfahmu?? Apakah menjadi prioritas selamanya, atau sebagai pondasi utama di awal saja?? Agar lebih mudah, kita tarik saja ke dalam sistem pembinaan JMMI, marhalah 1 ialah pemenuhan syakhsiyah islamiyah itu artinya semua kepribadian muslim harus dipahami, marhalah 2 ialah syakhsiyah da’iyah itu artinya kader harus bisa menerapkan ilmu2 yang dimilikinya untuk aplikasi dakwah, dan terakhir marhalah 3 ialah syakhsiyah qiyadah itu artinya kader harus bisa memimpin dakwah ini dalam sekup yang lebih besar tidak hanya sekedar menjadi murobbi saja, tapi harus mampu memikirkan, mengembangkan, dan menjalankan agenda2 seluruh murobbi atau mentor/ da’i kampus.

Dari penjelasan itu rasanya cukup jelas, kapan kita harus menyiapkan tsaqofah kader, kapan kita harus memperkuat semangat/ruhiyah kader, dan kapan kita harus mengaplikasikan dakwah bagi kader. Terlebih lagi jika tsaqofah yang diberikan berulang-ulang dengan materi yang sama, bisa jadi dulu mereka sudah dapat materi tersebut di mentoring wajib, kemudian dapat lagi di liqo ADS, kemudian dapat lagi di Dauroh Mentor, dapat lagi di PSI 1, PSI LDJ, dapat lagi di Dauroh Mntor thn berikutnya, dll... ya ini perlu kita pikirkan agar tsaqofah bisa meresap secara efektif tidak berulang-ulang yang dikasihkan itu-itu saja sehingga materi dalam jenjang marhalah bisa tersampaikan semua.

Dari sini ana dapat menyimpulkan, ternyata kita JMMI belum bisa memetakan secara jelas dan objektif mana sasaran dakwah kita, kita hanya berpikir bagaimana kegiatan kita bisa ramai dihadiri peserta, tanpa memikirkan bagaimana kondisi kader kita. Dari mulai yang rutin, insidental, dari mulai SMS, kautsar, DM, MK, PSI, dll, kita berharap pesertanya sama sehingga tidak ada manajemen informasi dan publikasi, kapan kita harus menginfokan ke kader, kapan ke mentor baru, mentor lama, kapan ke ADK, kapan ke kaum ammah, dll.....hingga salah seorang kader terbaik JMMI pernah berkomentar (ketika di puncak bukit lawang) “kegiatan ku setiap pekan habis dipake oleh JMMI, tidak bisa menyisihkan untuk yang lain....” Subhanallah, saya ga kebayang, padahal beliau ini belum 1 tahun di JMMI.

“Saat engkau melakukan kesalahan, itulah tandanya engkau belajar”

Semoga kita bisa terus belajar dalam berdakwah dan Semoga ini bisa menjadi bahan pertimbangan kita untuk meng-efektifkan dakwah dan memaksimalkan hasilnya untuk kemenangan islam... semoga bermanfaat kawan,,,

Dalam Diri Setiap Manusia tersimpan kekuatan yang Dasyat, yang ia pun tidak pernah mengira ia memilikinya sampai ia mengamalkannya

Sabtu, 13 November 2010

Tgl 15 yang Kunanti...

kawan,,,,masih ingatkah engkau apa yang terjadi 15-16 mei lalu...?
ya, itulah topik kita kali ini....
mau tidak mau, percaya tidak percaya, 15-16 November, lebih tepatnya esok hari... bertepatan dengan perjalan KSD JMMI ITS selama 6 bulan....ya tak terasa itu semua sudah kita lewati setengah babak...
kalau kita mengingat kembali 6 bulan lalu, tepat hari ahad ini kita semua di baiat menjadi Pelaku dakwah tertinggi di JMMI,..
apa yang sudah kita lakukan, seberapa besar yang telah kita hasilkan....???
itu semua bisa kita jawab, entah apapun jawaban dari antum semua.... yang jelas, apa yang sudah kita lakukan, maka tanyalah pada sekitar kita...

ibarat pertandingn sepak bola, kita sekarang sedang berada di istirahat babak pertama....istirahat sejenak 15 menit untuk memulai kembali babak kedua yang sangat menentukan...jika babak pertama ini kita seri atau bahkan kalah, maka babak kedua inilah kita akan mati-matian berjuang untuk melesakkan gol dengan tetap mempertahankan gawang kita sendiri agar dapat meraih kemenangan....
UTS dan rapimnas ini mungkin istirahat sejenak kita, sejenak kita berdiam dan beripikir untuk memulai kembali perjuangn 6 bulan berikutnya,,, mempersiapkan diri untuk mengeluarkan effort yang sebesar-besarnya untuk kemenangan dakwah kampus ini, bukan hanya kemenangan pemira sajja.
entah antum menganggap kita seri atau kalah dalam 6 bulan ini, yang jelas kita harus meningkatkan kinerja kita agar dakwah lebih berhasil, lebih realistis, lebih tertata, lebih essensial, dan lebih dinamis dan tidak stagnan.......
AHWA menanti, akselerasi LDJ akan terbukti di PMLDJ, PSI 3 siap bergulir, Mentoring segera berakhir, kader tingkat 2 segera hadir dalam psi 2, calon2 penerus baru segera berdatangan di februari nanti, kunjungn media menanti segera, dan puncaknya integralistik ADK siap lahir, dan muktamar selalu menjadi angan2 yang segera terwujud di akhir....hingga nanti sebelum MA bergulir sistem baru Dakwah Kampus akan lahir dr Muktamar ini, hingga sistem pembinaan yang lebih detail dan terpadu segera dilaunching sebelum kepengurusan dititik nadir.....
insyaAllah...
dengan semangat ruhiyah dan ukhuwah,,, aayo kita Bangkit....
BANGKIT KSD ku.....karena itu bukan sekedar harapan tapi sebuah perjuangan baru....menunjukkan sebuah konsistensi....

ayo kita awali semangat perubahan ini setelah ketum tercinta kembali dari rapimnas, kita kuatkan lagi dengan tasqif ADK oleh Ridwnsyah Yusuf Ahmad, ahad depan.....

kita jadi PH hanya sekali, jadikanlah momen ini momen terbaik untuk merealisasikan mimpi kita bersama, untuk membangun sinergisitas dakwah....
tidak ada lagi perdebatan saling menyalahkan, lebih baik salah satu mengalah dan berjuang bersama, karena jika kita hanya saling menyalahkan tak akan kita memulai usaha....
ayo saling menopang, saling membantu, bagi yang keberatan segera minta bantuan,,, yang punya masalah jgn hanya dipikirkan dan dipendam segera diselesaikan dan dileraikan jk tak ada jalan temu.....

ayo kawan, aku percaya KITA semua BISA melakukannya....

"sesungguhnya Allah menyukai hambanya yang berperang dalam barisan yang teratur seakan-akan bangunan yang kokoh..."

Kamis, 28 Oktober 2010

Siapakah yang Lebih Asing...?




Saya tertatarik menulis tema ini ketika beberapa waktu lalu ada insiden yang membuat saya cukup tergelitik, mungkin juga anda (jika merasakannya). Sedikit saya ulas cerita tersebut. beberapa pekan yang lalu Lembaga Dakwah Jurusan (LDJ) kami mengadakan kegiatan kaderisasi tingkat 1 dan saya disana berperan sebagai pendamping teman2 panitia saja karena memang sudah pensiun dari kepengurusan periode lalu. ketika sudah H-2 ternyata kita belum dapat tempat yang memadai untuk kapasitas 80 orang, karena formulir yang tersebar kira-kira sebanyak itu, dan ini momen langka di jurusan kami. Akhirnya saya pun bantu mengontak sana sini, hingga dapat lah satu tempat yang cukup bagus di salah satu ruang jurusan Kimia FMIPA (yang sebelumnya digunakan SMT 1 JMMI ITS). Tapi untuk mendapatkan tempat itu butuh surat dan prosesnya langsung di jurusan. Akhirnya saya kasihkan cp salah satu teman di jurusan tersebut dan dia seorang akhwat kader JMMI.
singkat cerita, akhirnya semua masalah clear dan saat H-1 ada rapat teknis terakhir dan kebetulan saya hadir. Tak lama setelah itu salah satu temen “aktivis” 08 tanya kesaya, kira2 dialognya begini (dialog asli dengan bhs jawa):
fulan: mas, ini akhwat kimia sudah minjamkan ruang tapi belum ngasih kuncinya, bgmn?
Saya: yaudah, antum ambil aja ke akhwatnya. Tapi di hubungi dulu.
Fulan: Ok, mas. Tapi orangnya yang mana mas? Saya ga tau.
Saya: waduh, aku juga ga tau...
Fulan: ....** Tapi akhwatnya emang mau ditemui mas?
Saya: masa ga mau?
Fulan: mungkin aja mas, kemaren aja waktu ngasihkan surat (peminjaman ruangan) suruh ngasihkan lewat mading. Kayaknya akhwatnya ga mau ditemuin ya mas?
Saya: hmmmm....oh gitu ya.. mungkin aja (bingung jawab apa...?)
Fulan: emang kenapa mas ga mau ditemui?? Mereka takut sama kita ya mas...? masa sampe segitunya mas. Emangnya kita kaya apaan mas, sampe akhwat JMMI pada takut.
Saya: .......**
Dialog diatas adalah sebuah cuplikan yang benar2 terjadi dan ini realita kita. Mereka adik2 08 di jurusan memang bukan orang yang benar2 paham dakwah tapi mereka punya semangat untuk terus berbenah dan sebenarnya mereka juga membantu dakwah kita hanya saja mereka belum merasakannya (mungkin). Karena kebanyakan dari mereka suka bantu2 acara ke islman walaupun belum banyak tau bagaimana seharusnya dalam bersikap. Tapi setidaknya merekasudah punya keinginan yang kuat untuk terus berdakwah mengajak kebaikan. Mungkin pantas juga disebut aktivis dakwah.
Tapi realita yang lebih ekstrem lagi ialah mereka menganggap cara-cara kita asing bagi mereka krn menurut mereka tidak wajar/ langka dilakukan di tempat lain. Mungkin begitu juga kita ketika menanggapi cara2 mereka dalam bersikap, mereka begitu asing bagi kita karena cara yang dilakukan berbeda dengan kita, entah terlalu cair kah dalam berkomunikasi atau sebaliknya. Saya pun tidak tau siapa yang lebih asing..? mungkin tergantung siapa yang menanggapinya.
“islam datang dalam kondisi asing dan di akhir masa nanti akan kembali dalam kondisi asing pula”
Semoga ke asing-an tersebut bukan bagian dari ekslusifisme dalam berdakwah. Mari kita perbaiki cara kita bila ada yang kurang ahsan, dan mari kita perbaiki lingkungan kita jika ada yang belum baik. Karena hakikat dakwah ialah berusaha menjadikan sekitarnya lebih baik dalam persepsi Islam.

29 Oktober 2010

Sabtu, 16 Oktober 2010

Keutamaan sahabat Utsman Bin ‘Affan



- Hadist muttafaqun ‘alaih:
Ketika nabi berada di sebuah kebun bersama dgn abu musa al-asy’ari, kemudian dtng seseorang dan mengetuk pintu, kemudian nabi berkata bukalah dan berilah kabar gembira tentang syurga (iftah lahu wa bassyirhu bil jannah), ternyata yg datang ialah abu bakar dan abu musa menyampaikan apa yg dikatakan nabi, lalu abu bakar memuji allah (hamidallah). Kemudian datang lagi seorang sahabat dan mengetuk pintu,,,,,(sama dengan cerita diatas tapi yang datang ialah umar). Kemudian dtng lagi sahabat,,,sama dengan cerita di atas tapi nabi menambahkan (iftah lahu wa bassyirhu bil jannah) ‘ala balwa tushibuh (setelh didahului oleh sebuah musibah). Dan utsman memuji allah (hamidallah) ditambahkan dengan allahul musta’an (hanya pada allah tempat meminta pertolongan)

- Utsman merupakan menantu nabi dari 2 anak perempuannya
Ummu kultsum dan ruqoyyah
Abu bakar merupakan besan nabi dari aisyah
Umar merupakan besan nabi dari hafshoh
Ali merupakan menantu nabi dari fathimah
Sabda nabi:
“Seandainya aku mempunyai anak perempuan lagi, maka akan aku nikahkan ia dengan utsman (istri ke 3 dari anak nabi)”

- Nabipun malu
“bagaimana aku tidak malu (sungkan) kepada seseorang kalau malaikat saja malu (sungkan) terhadap Utsman, ”

- Kedermawanan
Suatu ketika nabi pernah berperang, dan utsman merupakan orang yang mendanai hampir semua kebutuhan perang, hingga nabi bersabda:
“Tidak ada kemudhorotan yang ia lakukan setelah peristiwa ini kecuali akan diampuniNya”


*disarikan dari kajian Siroh Nabawiyyah, oleh Ust Mudzoffar Jufri.

Minggu, 10 Oktober 2010

Kami Hadir Untuk Ummat...

Yang perlu kita tanamkan dalam hati ialah kita berdakwah untuk UMMAT, sehingga perencanaan kita pun harus sesuai dengan keinginan dan kondisi objek dakwah. Jangan kita kedepankan IDEALISME (keinginan) kita sepihak saja, tapi sesauikan dengan objek dakwah, apakah benar2 itu yang mereka butuhkan? Atau prodak kita hanya usulan yang kita inginkan. Karena target dakwah kita bukan ANTUM yang sudah baik, tapi masih banyak CIVITAS yang perlu kita ajak untuk lebih ISLAMI. Seperti kata salah satu rektor, JMMI jangan hanya berdakwah pada yang sudah datang ke masjid saja, tapi pikirkan bagaimana agar yang belum ke masjid bisa datang ke masjid, yang belum sholat bisa sholat, yang belum ngaji bisa ngaji. Karena itulah prinsip dakwah yang sebenarnya. Tidak hanya memperbaiki (mengajak) diri kita tapi juga memperbaiki sekitar (civitas) kita. “TIDAK MUNGKIN kan setiap prodak PH dan MIDDLE saja yang jadi peserta nya....????”
Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk syurga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: "Bilakah datangnya pertolongan Allah?" Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat. QS. Al-Baqarah: 214
Kami sadari jalan ini kan penuh onak dan duri, aral menghadang dan kezaliman yang akan kami hadapi. Kami adalah panah2 terhujur yang siap dilepaskan dari busur, tujuh sasaran siapapun emanahnya. Kami adalah mata pena yang tajam yang siap menuliskan kebenaran, tanpa ragu ungkapkan keadilan. Kami pisau belati yang selalu tajam bak kesabaran yang tak pernah padam, tuk arungi dakwah ini jalan panjang. Asalkan ikhlas dihati, tuk hanya ridho illahi.

Ya Wasi’al Maghfiroh,,, Pinta kami pada Mu, Jadikanlah kami generasi terbaik umat ini, Yang mampu menjadi penerang untuk orang-orang disekeliling kami, Yang nafasnya adalah ruh dakwah ini, Yang ucapannya adalah senjata agama ini, Yang langkahnya adalah pondasi jama’ah ini, Yang dari tangannya lah lahir pena-pena pemanah musuhMu.