Minggu, 10 Oktober 2010

Sepucuk Do'a Untuk Adikku Tercinta

Tak terasa umur makin bertambah
Bukan berarti bertambah hidup
Tapi semakin sedikit sisa waktu di dunia ini
Waktu yang sdikit bukanlah sebuah masalah
Karena masalah adalah jika kita tidak bisa memanfaatkan waktu itu
Diwaktu yang sedikit ini,
Jadikanlah semua aktivitas kita hanya karena Allah
Untuk berjuang memuliakan agamaNya
Sebagaimana Abi dan Umi juga melakukannya
Berbuatlah selalu yang terbaik
Cari prestasi sebanyak-banyaknya
Beri Abi dan Umi setitik kebahagiaan
Karena mutiara hatinya bisa menjadi mutiara bagi sekitarnya
Terus kejar cita0cita yang tinggi
Jangan pernah khianati cita-cita, keinginan, dan amanah Abi dan Umi
Selalu berbuat yang terbaik
Karena Allah telah memberi kami keluarga yang terbaik pula

Selamat miladke 19,,
Semoga Khodijah bisa lebih giat lagi dalam belajar dan menghafal Quran
Karena cita-cita Abi dan Umi inginagar anak-anaknya cinta terhadap Al-Quran

Kupersembahkan sepucuk do’a ini untuk adikku tercinta.
4 Oktober 2010

Selasa, 05 Oktober 2010

Nasib ku, Nasib mu.....

kawan, nasib kita kini sudah tak sama lagi,,
ada yang sibuk dengan amanah baru sebagai alumni, ada yang mungkin sibuk melanjutkan studi S2, ada yang mungkin sibuk mikir TA, ada yang sibuk masih menjabat PH,,,, luar biasa, kita benar2 mempunyai kondisi berbeda.
tidak seperti dulu lagi kawan,,,yang cenderung seragam, homogen.
ya, begitulah petualangan hidup ini, cepat sekali berubah. tuntutan2 zaman yang semakin berat membuat segalanya berubah cepat.
tapi masih ada 1 titik cahaya yang semua kita rasakan. ya, sebuah keimanan yang membuat kita masih bisa saling menyapa di forum ini. mungkin dengan inilah kita bisa terus bersyukur....
terus bermimpi kawan,,,,hidup ini masih panjang, banyak aral melintang, tapi lebih banyak lagi waktu luang untuk meniti langkah2 mimpi utk terus berprestasi.
bermimpilah setinggi-tingginya karena sama saja mimpi biasa dengan mimpi luar biasa, sama2 tanpa mengeluarkan biaya.
yang ingin ke jepang, jakarta, lmajang, TA, dll.....
terus kejar mimpi dan cita2 mu.
...
mimpi itu perlahan kita realisasikan,,, Allah selalu memberi hasil sesuai dengan usaha kita. sama seperti hukum termodinamika, energi yang dikeluarkan sama dengan energi yang diterima.
mungkin kali ini baru skala kampus, besok skala surabaya, besok lagi skala jawa timur, lusa skala nasional, hingga nanti kuraih skala internasional.
ya, mungkin hanya aku yang akan menjadi "TKI" di saudi.... bagiku itu hal yang luar biasa, karena aku terus bermimpi mejadi TKI yang bekerja utk Syaikh Yusuf Qardhawi, atau menjadi guru sederhana yang mengabdi di 2 kota suci....terlalu penat bagiku hidup di DKI, sudah lebih dari 15 thn aku disana,

Selasa, 14 September 2010

Training RAMADHAN: Bekal Sepanjang Tahun



Hampir semua khalayak umum pasti paham dengan kata “training” atau pelatihan dan tentunya kata-kata tersebut sangat tidak asing lagi bagi kita. Sebagai contoh training ESQ, pasti kita semua paham akan training tersebut. Dari mulai apa itu trainingnya, bagaimana caranya, hingga seberapa besar dana yang dikeluarkan. Apalagi civitas akademika ITS, pastinya semua pernah mengalaminya. Tapi pertanyaannya, apakah ada perubahan yang mendasar dari dalam diri kita? Bagaimana dampaknya, apakah memiliki dampak sesaat atau permanen? Atau jangan-jangan training tersebut hanya lecutan emosi sesaat yang membuat kita meneteskan air mata dan berubah beberapa saat lebih kalem tapi tak berbekas dikemudian hari? Sepertinya kita semua bisa menjawabnya.
Kawan, kiranya itulah training-training yang terjadi saat ini dan itu kita alami. Tapi ada sebuah training maha dahsyat yang sangat tidak mungkin dapat dikelola oleh trainer-trainer handal, sekelas internasional sekalipun. Why? Karena training tersebut tanpa membutuhkan “trainer”, tanpa paksaan sedikitpun, tidak butuh biaya khusus, tidak perlu publikasi, apalagi registrasi, dan tidak hanya 1 atau 2 hari saja melainkan satu bulan full. Training itu unik sekali kawan, hanya butuh 1 hal, Keimanan.
Ya, training itu baru saja kita lewati kawan. Training maha dahsyat dari sang khaliq untuk kita ummat Islam, training Ramadhan, yang biasa kita sebut Syahrut Tarbiyah, bulan penTrainingan. Percayakah engkau bahwa training tersebut diikuti oleh jutaan bahkan milyaran orang dan dilakukan secara serempak diseluruh seantro jagad raya ini. Training yang membuat semua orang saling berlomba-lomba dalam ajang “Fastabiqul Khoirot”, training yang disana terjadi perubahan besar didalam diri kita. Training yang menyebabkan semangat ibadah kita naik berkali-kali lipat. Tak bukan dan tak lain itu semua karena keimanan kita pada yang Maha Kuasa, yang dicontohkan lewat Rasul SAW dan yang dituliskan dalam Al-Quran, yang karenanya kita paham akan proses dan tujuan dari intisari hidup ini.
Bisa kita bayangkan training tersebut ibarat proses seekor ulat menjadi kupu-kupu. Ulat yang begitu jijik, jelek, kotor, dan kurang bermanfaat, ditraining beberapa saat didalam benda ajaib yaitu kepompong. Sekian hari ulat itu ditraining tanpa makan dan minum, hingga terjadilah proses training/tarbiyah yang luar biasa dahsyat hingga dengan kehendak yang maha Kuasa berubahlah seekor ulat yang menjijikkan itu menjadi seekor kupu-kupu yang sangat cantik, sangat nyaman dilihat, bahkan menjadi interior taman-taman dan sangat dicintai banyak orang terutama kaum hawa. Nah, begitu pula training Ramadhan yang baru saja kita lewati.
Ulat yang jijik itu ibarat kita semua sebagai manusia yang dhoif (lemah) di mata Allah, sedangkan kepompong ibarat lembaga training bernama Tarbiyah Ramadhan yang diatur langsung oleh yang maha Pengatur jagad raya, dan proses maha dahsyat yang terjadi didalam kepompong bagaikan mujhadah kita dalam “Fastabiqul Khairat”, dari mulai amalan-amalan wajib kita yang selalu tepat waktu seperti sholat fardhu, puasa kita yang begitu melelahkan padahal begitu berharga disisiNya, amalan-amalan sunnah kita yang luar biasa meningkat berkali-kali lipat diluar waktu itu, infaq-infaq kita yang begitu banyak dan berlimpah, tilawah-tilawah quran kita yang begitu banyak hingga Khatam berkali-kali, i’tikaf kita yang tidak pernah bolong, bahkan qiyamullail kita yang pantang putus, hingga puncaknya saat kita semua meraih malam “lailatul Qadr” dengan penuh keimanan dan kekhusyu’an.
Itu semua lahir karena semangat yang menggebu-gebu dan meningkat berkali-kali lipat. Dua semangat yang timbul bersamaan, semangat dalam beribadah dan semangat dalam menahan hawa nafsu. Tahukah kawan, dari mana semangat itu? Tak lain dan tak bukan, semangat itu ialah keimanan kita pada Allah. Semakin bertambah iman kita, semakin tinggi pula dua semangat itu secara bersamaan. Jika kita sadari lebih jauh, itulah keimanan kita yang sebenarnya pada yang maha Esa, Rabbul Izzati.
Luar biasa kawan, betapa indahnya iman kita, betapa mulianya iman kita. Andai iman itu berupa organ tubuh, aku ingin sekali menggenggamnya, bahkan ku ingin sekali memeluknya dengan erat, bila perlu kupelihara melebihi organ yang lain karena derajatku yang abadi bergantung dengan kualitasnya saat hidup ini. Sayang, itu hanya mimpi belaka, aku hanya bisa merasakannya dan merindukan kembali saat-saat imanku diposisi terbaik, dipuncak keimanan padamu ya Rabbi. Zadathum imana...., liyazdaadu imana.... Allahu Rabbi, aku ingin teriak sekeras-kerasnya seakan-akan aku telah lahir kembali, karena aku cinta Engkau yang telah memberi keimanan padaku.
Dengan selesainya Ramadhan, ada baiknya kita menjaga semangat keimanan kita setelah Ramadhan, kita mulai dengan menjaga amalan sunnah puasa 6 hari dibulan syawal, agar training ini tetap terjaga dalam kehidupan kita meskipun Syahrut Tarbiyah sudah kita lewati. Karena ganjaran puasa syawal luar biasa besarnya sebagaimana yang dijelaskan hadist berikut:
“Barangsiapa berpuasa di bulan Ramadhan kemudian disusul dengan puasa enam hari di bulan Syawal maka puasanya itu bagaikan puasa sepanjang tahun" [HR. Muslim]

Bandara Juanda Surabaya, 17.55
10 September 2010
Muhammad A Hasib

Rabu, 04 Agustus 2010

Menanti Generasi SA 2

untuk membangun sebuah peradaban besar dibutuhkan pemikiran besar pula, selain kontribusi yang besar.pemikiran itu lahir dari kritisasi, sebanyak mungkin orang yang kritis, maka akan banyak permasalahan yang terkuak sehingga orang akan respek dan timbul pemikiran baru untuk merubah.

bisa kita ulas bagaimana perjuangan sholahuddin Al-Ayyubi, yang beliau bukan seorang diri tetapi sebuah generasi pemenang dan dalam menciptakan itu dibutuhkan proses yang sangat lama. 50 tahun sebelum itu paraulama bertekad untuk membangun generasi baru yang siap menguasai duni, dengan cara menunmbuhkan, mendidik, memperbanyak ulama2 baru yang kuat dan dekat terhadap tuhannya, sehingga pada generasi berikutnya lahirlah generasi sholahuddin yang mampu berkuasa selama 80 tahun, tak pernah kalah sekalipun dengan kaum yahudi. hingga disiang hari mereka bagai pahlawan dan dimalam hari bagai hamba yang menangis ketika membaca kalamNya (ujar pendeta yahudi yang dipenjara).

ummat islam saat ini (mahasiswa umumnya) berpikir bagaimana masa depan kita untuk memperbanyak uang, harus bekerja. padahal dibalik itu semua (peradaban madani) merupakan tanggung jawab kita untuk generasi sukss masa depan. dan itu prosesnya tidak sebentar, dan semakin tidak sebentar jika yang kontribusi tidak banyak. oleh karena itu dibutuhkan banyak pemikir, research, pendidik untuk mencetak da'i2 baru yang lebih kontributif dan kualitatif. semakin banyak pegawai maka akan semakin banyak pula orang terkungkung dan tidak bisa berkembang (bisa dilihat kesibukannya).
dan semakin banyak penddidik maka akan semakin banyak peradaban baru yang lahir, banyak generasi2 yang kompetitif dimasa depannya.karena masa depan ummat islam bergantung dengan KITA semua generasi saat ini.

mari kita bangun azzam dan tekad ini dari sekarang, untuk terus mengabdi pada agama ini dan terus berkontribusi maksimal dengan memperbaiki diri dan orang lain, bagai berniaga dengan tuhan kita, bukan berniaga dengan sesama mitra usaha.
hingga nanti saat kita tiada lahirlah generasi SHOLAHUDDIN session 2...

bangkitlah, harapan itu masih ada..!
AllahuAkbar. ..!

Seberapa MULIAkah KITA Dibulan MULIA...???



Mendengar kata2 “bulan mulia” pasti kawan2 sudah tau apa maksud dari tulisan ini. Yaps, benar..! itulah dia Ramadhan sang bulan mulia. Mungkin kita semua sangat sering mendengar ucapan atau melihat kata tersebut walaupun (jika diresapi lebih dalam) sebenarnya lebih banyak yang menjadi pertanyaan atau kejanggalan dibenak kita. Sebagai contoh, dengan bulan mulia itu seberapa muliakah kita dibulan itu? Atau dengan bulan yang suci, seberapa sucikah kita menjalani hari2 dibulan itu??? Ini hanya pertanyaan sepele yang bisa kita jawab sendiri2 didalam hati kita. Lho, terus apa kaitannya? Jawabannya ada di QS.2: 183, pasti hafal dong ayatnya... yaps, diakhiri dengan “...La’allakum Tattaqun”. So, Masih ingatkan dengan tujuan bulan mulia???. Apakah ketaqwaan itu tidak mulia??? “wa tazawwadu fainna khoirozzadi ttaqwa” Sebaik2 bekal ialah taqwa (QS.2).

Sebenarnya, kenapa kok Ramadhan disebut bulan mulia?. Didalam Al-Quran hanya ada satu bulan yang secara eksplisit disebutkan oleh Allah yaitu bulan Ramadhan, padahal Allah juga menyebutkan dalam surat At-Taubah bahwa “inna ‘iddata ssyuhuri ‘indallahi istna ‘asyaro syahron” sesungguhnya dalam perhitungan Allah itu bulan jumlahnya ada 12, tapi mengapa hanya bulan Ramadhan yang disebutkan dalam Al-Quran??. Kemudian dalam QS.2:185 dijelaskan bahwa bulan Ramadhan ini terdapat hikmah besar yaitu turunnya Al-Quran tapi mengapa Allah menurunkannya dibulan ini?? Apakah tidak sengaja dan kebetulan Al-Quran turun?? TIDAK, melainkan karena Allah memilih bulan ini sebagai bulan paling MULIA.

Terus, bagaimana kita mempersiapkan diri agar menjadi mulia dibulan mulia?. Ada tiga hal yang perlu kita siapkan dari jauh-jauh hari agar kita bisa mencapai kemuliaan tersebut.
1. Mantapkan kualitas RUHANI
Dalam siroh sahabat, nabi selalu menyampaikan tarhib Ramadhan atau biasa kita sebut ceramah untuk mempersiapkan diri di bulan mulia. Padahal yang diceramahi para sahabat yang notabene orang-orang dengan keimanan mantap dan ibadah yang kuat, tidak seperti kita. Yang begitu saja masih perlu diberikan motivasi oleh nabi, nah bagaimana dengan kita?. Selain itu, Nabi SAW melakukan puasa sunnah terbanyak “hanya” dibulan Sya’ban, bukan yang lain. Agar lebih siap untuk menyambut Ramadhan yang penuh kemuliaan. Bahkan dalam sebuah hadist dikatakan, dalam bulan mulia ini Nabi SAW sangat bersungguh-sungguh dalam beribadah melebihi kesungguhannya dibulan yang lain. Dan saat memasuki 10 hari terakhir Ramadhan Nabi SAW lebih bersungguh-sungguh lagi dalam beribadah melebihi yang sebelum-sebelumnya. Oleh karena itu agar bisa bersungguh-sungguh di bulan mulia ini harus kiat persiapkan dari jauh-jauh hari agar saat Ramadhan tiba mesin ruhani kita langsung panas (semangat) untuk beribadah, ibaratnya motor kalau mau jalan dipanasin dulu biar enak bawanya.

2. Persiapkan diri dengan ILMU
Kita perlu mempersiapkan ilmu untuk menjalani bulan mulia ini agar Ramadhan tidak dilalui dengan landasan budaya dan kebiasaan kebanyakan orang saja. Sebagai contoh, mayoritas masyarakat semangat menjalankan bulan ramadhan hanya di awal saja atau sepuluh hari awal, hal ini bisa kita lihat dari intensitas jama’ah tarawih yang semakin hari semakin “banyak” yang bolong sehingga shaf jama’ah pun terus berkurang seiring bertambahnya puasa kita atau bahkan di hari pertama begitu penuh dengan jama’ah tapi dihari akhir sudah tinggal beberapa shaf saja. Atau yang lebih ekstrim lagi, menjelang berakhirnya ramadhan kebanyakan orang disibukkan dengan mencari “pakaian baru” dan bahkan siap-siap mudik sehingga tidak sempat lagi untuk beribadah, padahal Rasulullah selama 9 tahun tinggal di Madinah tidak pernah “mudik” ke Mekkah dalam konteks “idul fitri” dan bahkan keutamaan Ramadhan semakin meningkat dengan masuknya 10 hari terakhir yang disana kita bisa dapatkan malam lailatul qodr. Selain hal tersebut, ada pula amalan yang ringan tetapi pahalanya besar, yaitu dengan memberi makan/minum orang yang berbuka puasa, walaupun dengan seteguk air atau sebilah kurma (hadist). Dengan hal itu kita akan mendapatkan pahala puasa orang yang berbuka tersebut tanpa menguranginya. So, perbanyaklah mengikuti ceramah dan tarhib Ramadhan dan bila perlu membeli buku saku Ramadhan agar kita mengerti bagaimana menyikapi bulan mulia ini. Apakah harus ikut “kebanyakan orang” atau mengikuti ajaran Rasulullah SAW?.

3. Sucikan diri dengan INVESTASI
Agar dibulan Ramadhan kita menjadi suci maka diri ini harus disucikan dulu. Bagaimana caranya? Dengan berinfaq, bershadaqoh atau dengan berzakat. Karena dengan berzakat maka Allah akan mensucikan diri kita dan harta kita. Dan berzakat sebelum Ramadhan lebih baik, kenapa? Karena apa yang kita zakat kan akan digunakan orang yang tidak mampu untuk memenuhi kebutuhannya menghadapi Ramadhan, dengan seperti itu pahala yang didapat pun akan lebih besar dari pada digunakan dibulan lainnya. Apakah ada cara lain? YA, dengan meminta maaf kepada orang-orang sekitar kita. Bahkan seharusnya bersalama-salaman atau meminta maaf ini kita lakukan sebelum Ramadhan, tidak hanya pas Idul Fitri saja karena kita ingin suci dibulan suci. Bagaimana kalo kita tidak mampu? Perbanyaklah berniat yang baik-baik, karena dengan berniat maka kita akan mendapatkan balasan apa yang diniatkan “innamal a’malu binniyat, wa innama likullimriin ma nawa...”. misalnya, jika punya uang 1 juta maka kita niatkan untuk di infaqkan sepenuhnya untuk Ramadhan. Seandainya uang itu ternyata hilang, maka kita telah mendapatkan pahala karena niatnya. So, perbanyaklah bersedekah dan perbanyak pula niat-niat baik kita sebelum datang Ramadhan.

Kembali kepada Taqwa, bagaimana kita mendapatkan keTaqwaan?? “...wa atahum taqwahum” QS. Muhammad. Dan mereka diberikan keTaqwaan oleh Allah. So, taqwa itu datang dan diberikan oleh Allah. Sekarang tinggal, seberapa pantas kita menerima “gelar” Taqwa?. Apakah orang yang mulia yang diberikan Allah atau orang yang biasa-biasa saja?. Oleh karenanya, untuk mendapatkan gelar Taqwa, kita harus terus berupaya untuk menjadi hamba yang mulia di sisi Allah dan menjadi makhluq yang terus mensucikan diri dari hal-hal yang mengotorkan jiwa ini.

Allah telah menyeru kita untuk mensukseskan diri dibulan mulia dengan kata “ya ayyuhalladzina amanu...” QS.2: 183. Sekarang tinggal, masih berimankah KITA? merasa berimankah KITA untuk menyambut seruan Allah??? Jika “ya”, maka tunjukkanlah bukti iman KITA dalam mensukseskan diri mendapat “gelar taqwa” dibulan mulia. Jika tidak, maka Kemuliaan bulan ini hanya sekedar “NAMA” yang bisa diucapkan tapi KITA tidak bisa merasakannya....

Selasa, 20 Juli 2010

Apa arti hidup ini, KAWAN..?

Betapa indahnya jalan tuhan mengatur bumi ini,,
Percayakah anda? Semua yang terjadi merupakan kehendakNya
Yang telah diatur sedemikian rupa
Hingga lirikan mata KITA saat inipun bagian dari perhitunganNya

Keberadaan KITA kali inipun bagian dari keinginanNya
Siapa yang tahu bahwa saat ini KITA bisa disini???
Dari mana itu bisa KITA rasakan???
Hati nurani yang akan selalu merasakan
Apabila ia selalu terikat padaNya, pada kekuatanNya

Betapa lengkapnya dunia ini buat KITA kawan???
Percayakah engkau, bahwa semua yang ada ini untuk KITA
Engkau bisa lihat seluruh keindahan dunia hanya untuk KITA
Engkau bisa selalu hidup dimanapun berada
engkau bisa merasakan keberadan dirimu selama engkau bernafas
Bahkan segala bentuk yang KITA bayangkan akan ada bila dikehendakiNya

Tapi, semua itu tidak ada artinya kawan
jika KITA tak tahu makna hidup ini
Jika KITA tak pernah merasa ada yang selalu memantau KITA
Jika kita tak pernah merasa dekat denganNya

Bumi ini begitu tak berarti jika engkau tak memberi arti padaNya
Masih teringatkah engkau akan tragedi tsunami ACEH?
Begitu mudahnya manusia berkembang, tapi jauh lebih mudah DIA menghilangkannya

Semua akan semakin terasa jika KITA semakin dekat
Dan semua akan semakin rindu jika KITA semakin jauh
Semua akan terasa nikmat jika KITA berusaha menikmatinya
Hanya padaMu, Allahu Rabbi...

Ku persembahkan sepucuk rintihan ini kepada seluruh KAWAN ku
Yang telah memberi warna dan makna akan hidup ini
Untuk selalu mendekat kepadaMu dan selalu memujaMu

Batam, 19 Juli 2010.

Kamis, 04 Maret 2010

Surat kami Untuk Abi Tercinta...



Surat kami Untuk Abi Tercinta...
Yahoo Messanger, 4 Maret 2010, 22.10-24.10





Pagi ini terasa begitu cerah,,,
Di sandingi dengan hangatnya udara pagi
Yang membuat hati ini semakin hangat sehangat kasih yang Engaku berikan ya Rabb
Dengan kehangatannya membuat mulut ini bergetar mengucap kesyukuran padaMu
Membuat kaki ini semakin kuat melangkah ke arah syurgaMu
Membuat hati ini semakin tegar berada dijalanMu
Dan membuat tubuh ini semakin dekat kehadapan wajahMu
Agar bisa terus mensyukuri nikmatMu
Ni'mat yang tak terhingga yang telah Engkau berikan kepada keluarga kami
Ni’mat yang terbaik yang selalu engkau berikan pada kami
Maha Suci Allah yang telah menjadikan abi & umi qudwah hasanah yang luar biasa
ya Rabbanaa,,Subhanaka Innaa kunnaa minazzhalimiin

Ya Ilahanaa...
Sampaikan sejuta sayang kami untuk abi &umi
Yang selalu memberi kasih sayangnya pada kami
Yang selalu menghabiskan kelembutannya untuk jiwa kami
Yang selalu menghabiskan hari-harinya untuk membahagiakan kami
Yang selalu menghabiskan malam-malamnya untuk selalu berdo’a untuk kesuksesan kami

Ya Rabbana...
Kami terus berjanji tak akanpernah mengkhianati pintanya
Tak akan pernah membuat mereka kecewa
Tak akan pernah sedikitpun melukainya
Tak akan pernah sekalipun membuat gelisah hatinya
Dengan azzam ini,
Kami yakinkan langkah untuk terus menggapai cita-cita dan harapannya
Kami kuatkan hati ini untuk terus membahagiakannya
Kami bertekad untuk selalu menjadi sang juara
Kami mantapkan diri ini untuk tetap berada di jalanNya
Kami ikhlaskan diri ini untuk senantiasa membela agamaNya

Ya Rahman, Ya Rahim...
jadikanlah kami pemimpin bg orang2 yg bertaqwa
Yg selalu tegar berada di jalanMu, yg selalu sabar menghadapi ni'matMu
Yg selalu istiqomah terhadap amanahMu
Yg berada di baris terdepan dlm membela agamaMu
Yg selalu setia menjadi jundi2Mu
Yg selalu siap melawan kezhaliman
Yg menjadi bagian dr hambaMu yg syahid fi sabilillah
Yg selalu terhindar dr ciri2 kaum munafiqiin
Yg selalu bermakna ibadah disetiap langkahnya

Ya Rabb,,,
Pinta kami pada Mu
Jadikanlah kami generasi terbaik umat ini
Yang mampu menjadi penerang untuk orang-orang disekeliling kami
Yang nafasnya adalah ruh dakwah ini
Yang ucapannya adalah senjata agama ini
Yang langkahnya adalah pondasi keluarga ini
Yang dari tangannya lah lahir pena-pena pemanah musuhMu
Abi, umi, dengarlah betapa sesungguhnya kami mencintaimu
Kan kami buktikan kami mampu penuhi harapanmu

Ya Rahman ya Rahim...
Segala puji bagi MU yang telah memberikan usia yang panjang
Yang pada hari ini bertambah 1 tahun usia Abi kami tercinta
Hamba mohon kepada MU ya rabb
Agar Kau tambahkan kesehatannya
Kemudahan rezekinya
Kesuksesan dunia & akhiratnya
Keberkahan hidupnya
Kekhusyuan ibadahnya
Kemuliaan martabat keluarganya
Kejernihan jiwanya
Dan kesempatan yang lebih utk fastabiqul khoirot

ya rabb,,,
kami berdo'a karena kami tahu bahwa Engkaulah yg maha pemurah, maha pengasih,
maha agung, maha penerima taubat, maha mengatur kejadian di muka bumi ini,
maha menentukan nasib hamba2Nya, maha mulia diatas segala2Nya
Ya dzaljalaali wal ikrom,,,
pertemukanlah kami ditempat mulia, di baitullah Mu, di Jannahmu, disurga FirdausMu

ya wasi'al maghfiroh,,,
terimalah do'a hambaMu ini
amiinn...

Selamat Milad Abi Tercinta,,,,,

Yang selalu kau nanti dirumah...:
Aisyah, Abdurrahman, Muhammad, Khodijah, Ibrahim, Ahmad, Husna, Abdullah Syahid